Recent post
Judul: Aku Mengawasimu
(C)Alurceritaanimanga.blogspot.com
(C)Alurceritaanimanga.blogspot.com
*****
Scene masih berada dalam alam bawah sadar Obito,
Obito: Kau bilang Obito Uchiha? Nama itu..Orang itu, apakah masih ada artinya? Dengan cara bersatu dengan Juubi, aku bisa berpindah ke dimensi lain.Aku bukan lagi manusia.Dan akulah yang akan menuntun manusia ke jalan berikutnya.Hasrat dan tubuhku sudah setara dengan Rikudo Sennin...Itu artinya aku adalah Rikudo Sennin kedua.
Naruto menunjuk ke arah Obito.
Naruto: Tidak, kau adalah Obito Uchiha yang sebenarnya!!
Obito: !
Naruto: Buktinya, saat chakramu ada di dalam tubuhku...Aku bisa melihat masa lalumu.Cara kita tumbuh dewasa dan impian sebagai Hokage sangat mirip.Kita sangat mirip....Kita tidak mengenal orang tua kita.Orang yang sangat berarti dalam kehidupan kita dan bagi kita sudah lenyap dari dunia ini.Karena itu kau mengatakan kepadaku bahwa kesepian itu adalah hal yang mengerikan.
Obito: .....
Naruto: Kau juga ingin semua orang memujimu.Itulah mengapa kau ingin menjadi Hokage.Itulah buktinya bahwa kau mirip denganku!! Lihatlah dirimu!! Kau membuat shinobi di seluruh dunia melawanmu, dan mengatakan ini untuk kebaikan mereka...Tapi pada akhirnya semua ini cocok denganmu!!
Obito: !
Naruto: Tidak ada, tidak ada seorang pun yang akan mengakui impian ini!!
Obito: ......
Naruto: Kau pernah mempunyai mimpi yang sama sepertiku, tapi sifatmu yang sekarang sangat bertolak belakang dengan sifat Hokage yang sesungguhnya!! Kau sama sepertiku, dan itulah mengapa kau-
Obito: Tidak...Itu karena kau mirip denganku, itulah mengapa...Aku ingin sekali berpikir bahwa dunia ini menyedihkan.
Naruto: ......
Obito: ......
Obito: Tidak, aku ingin kau merasakannya..Bahwa jalan yang kupilih ini benar...Saat melawanmu, aku teringat diriku yang dulu..Itulah mengapa aku mengujimu.Aku ingin kau menyerah...Dan meninggalkan semua mimpimu...
Naruto: ..Karena kau mirip denganku, kau selalu membuatku jengkel!!
Obito: ....
Naruto: Kau hanya pergi meninggalkan semuanya dan pergi begitu saja!!
Obito: Tidak...Aku melakukan apa yang Hokage lakukan.Bahkan lebih dari itu, aku bisa memberikan kedamaian pada dunia ini.
Naruto termenung mendengar perkataan Obito.
Naruto: Kau pikir seperti itu?
Obito: .....
Naruto: Apa benar kau berpikir seperti itu??
Obito: ......
Obito menutup matanya, dan scene berpindah ke arah masa lalu Obito.Nampak Rin sedang menutupi luka Obito di pipi kirinya.
Obito: Dengan menyelamatkanku..Artinya kau menyelamatkan dunia.
Rin: Eh?
Obito: Kau tau, aku akan menjadi Hokage dan menghentikan perang ini! Jika aku tidak dalam kondisi baik maka itu artinya aku tak bisa melakukannya.Mengerti?
Rin: Oke...Walaupun sedikit rumit bagiku.
Obito: Dan untuk melakukannya...Kau harus merawatku dan berada di sampingku, selalu....Seperti seorang...Kau tau...
Rin: Hm?
Scene kembali berpindah ke arah alam bawah sadar Obito.
Obito: ......
Obito menutup matanya, dan matanya melirik ke arah Naruto.
Obito: .......Benar..Aku berpikir seperti itu.
Naruto: .......
Obito: Kau tidak perlu melewati jalan yang curam tanpa mengetahui tujuanmu.Kau hanya akan menemui mayat teman-temanmu di sana.Jika seseorang mempunyai tujuan dan memiliki jalan pintas, mereka akan memilihnya.Tujuan seorang Hokage adalah membawa kedamaian dunia.
Naruto mengepalkan tangannya.
Naruto: Apa maksudmu...??
Obito: !
Naruto: Aku tak ingin tahu jalan pintasnya.Aku hanya ingin tahu cara berjalan di jalan curam.
Obito: ..... Apakah kau akan mengatakan hal yang sama jika kedua jalan itu punya akhir yang sama?
Naruto: Siapa yang kau bilang itu jalan yang curam? Seseorang harus punya keberanian untuk menelusurinya sebagai ujian.Seorang Hokage adalah orang yang menanggung beban dan derita, berjalan di depan yang lainnya.Seseorang yang menembus jalan buntu agar orang lain bisa melewatinya.
Naruto berjalan ke depan Obito.
Naruto: Tak ada jalan pintas untuk menjadi Hokage! Dan ketika kau menjadi Hokage, kau takkan bisa melarikan diri dari posisimu!
Obito: ......
Scene kembali berpindah ke arah masa lalu Obito.Nampak Rin yang memperban tangan Obito yang memar.
Obito: Huuh, aku ceroboh..Pasir masuk ke dalam mataku.
Rin: .....
Obito: .....
Obito tiba tiba tertawa.
Obito: Haha! Laki laki tak dapat kebahagiaan kalau dia tak punya bekas luka di tubuhnya!! Sudah waktunya untukku juga, memar ini tak ada artinya sekarang, bagiku.
Rin menekan memar Obito.Obito merintih kesakitan.
Obito: Ouch!
Nampak Rin yang terlihat marah.
Rin: .......
Obito: .....!!!
Rin: Jangan berlagak kuat seolah-olah luka itu tak ada apa-apanya.Aku mengawasimu.Kau berjanji padaku untuk menjadi Hokage.
Obito: I-Iya........Aku juga ingin menghentikan perang ini, dan menyelamatkan dunia.
Rin: Karena itu kuputuskan..Aku akan mengawasimu dan selalu berada di sisimu.Bukankah kau bilang dengan menyelamatkanmu, itu sama saja dengan artinya menyelamatkan dunia?
Obito menahan tangisnya.
Obito: ....Ya....
Rin: Karena sekarang aku mengawasimu, kau tak boleh menyembunyikan apa apa lagi!
Obito: ....Pasti!
Rin tersenyum.
Rin: Lakukan yang terbaik, Obito! Kau harus menjadi Hokage yang keren agar aku bisa melihat dirimu yang menyelamatkan dunia!! Kau harus janji!!
Rin meraih tangan Obito yang diperban, dan menarik Obito.
Rin: Ayo!
Scene kembali berpindah ke arah alam bawah sadar Obito.Nampak Obito menatap tangannya yang memar itu dengan tatapan sedih.
Obito: .....
Naruto: ....Kau bilang kepada Kakashi kalau kau telah menghapus ingatanmu dan perasaanmu kepada teman-temanmu...Tapi kau telah menjadi Jinchuriki Juubi dan hampir dikuasainya.
Obito kembali mengingat kejadian bahwa dirinya hampir dikuasai Juubi.
Naruto: ..Bukankah kau menahannya dan tak ingin dia mengendalikan dirimu? Alasan mengapa kau bisa mengalahkan Juubi dan mengontrolnya.Adalah karena kau tak ingin membuang masa lalu dan ingin menjadi dirimu.Pada akhirnya...Kau tak bisa menghilangkan ingatanmu pada ayahku, Kakashi, dan gadis itu, Rin...Benarkah begitu? Itulah mengapa kau bisa bertahan sebagai Obito, walaupun kau adalah seorang Jinchuriki Juubi.....Benar, kan? Tapi aku tidak akan membiarkanmu bertindak sesukamu dan menyakiti orang lain! Kau harus kembali ke sisimu sebagai Obito Uchiha yang sebenarnya, seorang shinobi Konoha.Dan bertanggung jawab atas apa yang kau lakukan.Kau hanyalah mencoba untuk lari dari segalanya.
Naruto mengingat perkataan Obito.
Obito: Apa yang menantimu adalah sesuatu yang terburuk, yaitu...Kesendirian!! Mengapa kau mau tetap tinggal di dunia nyata? Kemari, Naruto!!
Naruto: Andaikan saja Rin masih hidup, dia berkata...Jangan berlagak kuat dan menyembunyikannya.Ingat, aku mengawasimu.Kau hanya bisa melarikan diri, dan hanya berusaha menjadi dirimu sendiri.Karena itu, kemarilah, Obito!!
Naruto mengulurkan tangannya ke arah Obito!!
Apakah Obito akan menerima uluran tangan Naruto?
"Pada zaman dahulu dahulu dahulu kala, di suatu tempat, tersebutlah seorang cowok ganteng, Keren, Populer, Dihormati, Sangat dihormati, anak muda, Seperti Malaikat" Seorang Pemuda bernama Oga Tatsumi bercerita tentang dirinya pada salah seorang temannya yang bernama Furuichi.
"Sebentar, sebentar!" Furuichi memotong cerita tadi.
"Apanya yang seperti malaikat dan populer?? dari tingkahmu saja sudah kelihatan kalau kau itu lebih mirip seorang preman!" Ucapnya.
"Bodoh Kau bodoh Furuichi! Ibumu gembrot" Ucap ketus Oga Tatsumi.
"Jangan hina ibuku!"
"Hm, kamu berpikir begitu? memangnya aku sekejam itu ya?" Oga bertanya.
"Iya ..." Jawab Furuichi simple.
"Oh Ya!!!!!!!!???? Itu berarti kau mau mendengar lanjutan ceritaku kak!!!???" Oga berteriak sambil mencengkram erat leher Furuichi.
"Tidak! Tidak! Aku menyerah!!" Ucap Furuichi pasrah sementara Oga melanjutkan ceritanya.
"Orang-orang yang mencoba untuk menyerang si malaikat baik hati bersujud meminta ampun, Pemuda baik hati itupun bergegas ke Sungai dan mencuci salah satu dari mereka.
Dari kejauhan, munculah seorang pria berbadan besar mengambang di atas sungai dengan sebuah anak panah menancap di dada kanannya"
"Sudah! Hentikan!!!! Cerita mustahil macam apa itu!? Dapet darimana!?? Lalu, siapa itu pria berbadan besar??" Potong Furuichi.
"Dia hanyut dan mengambang. ya, begitulah ..." Jawab Oga santai sambil meneguk secangkir teh hangat.
"Gak mungkin mengambang kan!!!!???" Protes Furuichi.
"Tidak ... itu benar, aku sendiri juga terkejut"
"Hmm, biarkan aku berpikir sebentar" Furuichi mencoba mencari penjelasan ilmiah dari cerita temannya itu.
"Pria ... Sungai ... Tunawisma ... ya, pasti ada tunawisma tidur di bawah jembatan, terkena panah dan lalu terhanyut oleh aliran sungai ... Yah, pasti begitu" Pikir Furuichi.
Setelah itu, Ogapun kembali menceritakan cerita tak masuk akalnya.
"Lalu, anak muda yang baik hati itu langsung menolong si pria yang tidak ia kenal itu ...
Kemudian ...
Tubuhnya terbelah dua dan munculah seorang bayi laki-laki" Cerita Oga semakin ngawur.
"Tidak mungkin!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!" Teriak Furuichi.
"Anak muda itu kemudian berkata ...
Wah, bayi yang manis ...."
"Hentikan! Hentikan!!!! Itu mustahil!!! Jangan buat bingung pembaca dong!!!!" Teriak Furuichi dan kemudian bergegas pergi.
"Haah, salahku sendiri mau mendengar ceritamu dengan serius ... menghabiskan waktu saja"
"Oi, ceritanya belum selesai ..."
"Aku nggak peduli!!! Aku mau pergi kencan dulu, cepat minum tehmu!" Bentak Furuichi.
"Diam dulu, ini bagian terpentingnya ..."
"Aku nggak ada waktu! kalau mau lanjut, bawa dulu bayinya ke sini! Buktikan!!" Tantang Furuichi.
"Boleh ya?"
"Tentu saja!"
"Taaaaaaaaaa ............................" Sebuah Bayipun muncul.
"Seharusnya aku perlihatkan sejak tadi" Ucap Oga.
"..." Furuichi tak mampu berkata apa-apa.
"Taaaaaa ............."
"Sesuai janjimu,kita lanjutkan ceritanya ...
Anak muda itu terkejut"
"Hentikan!!!!!!!! Kau membuatku muak!!!!!" Bentak Furuichi.
Sementara itu di atas langit ...
"Begitu ya ...
Di sekitar sini?? Cari yang benar ..." Seorang wanita berdiri di atas seekor burung, sepertinya ia sedang mencari sesuatu.
Kembali ke cerita ...
"Anak muda yang baik hati itu terkejut ..."
"Ya! Lalu apa yang terjadi???"
"Anak muda yang baik hati itu bingung antara harus berkelahi, berlari, menangis, atau membunuhnya"
"Hei! Membunuh itu dilarang!!!"
"Tenang ... Ya, akhirnya aku memilih untuk tenang ...
Aku harus bertindak dewasa"
"Apa yang kau lakukan setelahnya?" Tanya Furuichi.
"Pemuda baik hati itu berkata pada si bayi ...
Hahaha!!!! Kamu akan kujadikan boneka pel!!!!
Bayi itupun tertarik padanya ..." Jelas Oga.
"Tertarik?" Tanya seseorang yang tiba-tiba saja masuk lewat jendela.
"Hmmm, Apa kau gak salah?" Ucap orang yang ternyata adalah wanita yang tadi di atas Burung.
"Memangnya tuan muda bisa tertarik sama orang sepertimu?? mati saja kau bangsat"
Sejenak semuanya terdiam.
"Uaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!!!!!!!!!!!" Furuichi berteriak Histeris.
"Siapa? Apa?" Pikirnya.
"Heh! Kamu siapa??? Siapa yang bangsat!?? Tiba-tiba muncul orang gila ya!!???? Ayo turun!! Lepaskan alas kakimu!!!!" Bentak Oga.
"Kenapa dia yang marah? Ini kan rumahku" Pikir Furuichi,
"Hmmmmp ..." Perlahan wanita tadi menghampiri si bayi.
"Nah, tuan muda ...
Ayo kita pergi, Hilda datang menjemputmu ..." Ucap Wanita bernama Hilda itu ke si Bayi yang dipanggilnya Tuan Muda.
"Thaaaaaaaaaaa, Gak........" Tolak si Bayi dan malah memilih si Oga.
"Fufufu, dia benci kamu ..." Ucap Oga ke Hilda dengan wajah yang menyeramkan.
"Anu tuan muda, ayo kita pergi!" Hilda mencoba untuk menarik si Bayi.
"Tuan Muda!!!!" Hilda menarik kencang si bayi, namun tangan bayi itu mencengkram baju Oga dengan erat.
"Haaha, kau kalah" Ucap Oga.
"Oi Oga, orang ini datang untuk menjemputnya ... lepaskan saja" Saran Furuichi.
"Kalau gak mau lepas ...." Hilda terus berusaha.
"Daaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!!!!!!" Si Bayi mengeluarkan sengatan listrik yang membuat Hilda tersetrum.
Oga dan Furuichi sangat kaget melihatnya.
Beberapa saat kemudian, Hildapun menjelaskan semuanya secara baik-baik.
"Aku minta maaf, aku adalah seorang pengasuh iblis, namaku Hildegarda"
"Iblis??" Oga dan Furuichi membayangkan hal yang aneh-aneh.
"... Dan, Bayi itu adalah orang yang akan menjadi raja iblis ...
Namanya Kaiser De Emperana Beelzebub Keempat ...
Dengan kata lain, bayi ini adalah raja Iblis"
" ... " Oga dan Furuichi terdiam tak percaya.
"Heh, Cerita Oga kalah ..." Pikir Furuichi.
"Uhm, anu ... Hilda ...
Kami mengerti ceritamu" Ucap Furuichi berpura-pura, sebenarnya ia hanya ingin menghindar.
"Bagaimana kalau kita akhiri saja masalah ini?" Sarannya.
"Tidak ...
Itu mustahill ...
Kenapa? Itu karena kamu telah terpiilih, sebagai orang tua Demon King" Jelas Hilda menunjuk ke arah Oga.
"Oga, kuserahkan semuanya padamu ya" Ucap Furuichi sambil tersenyum.
"Woi!! Kamu gak kabur kan!!??" Bentak Oga.
"Ya! atau, kamu yang pulang ...
Aku kan emang gak ada hubungannya dengan semua ini" Ucap Furuichi.
"Aaah, Jangan bercanda!!!" Bentak Oga ke Hilda.
"Apanya yang Orang tua Demon King!!??? Hanya karena anak ini suka padaku, jangan libatkan aku! emang gue pikirin!! Aku nggak bakal melakukannya!!!"
"Jadi maksudnya kau menolak ya? Kalau begitu aku senang ...
Mati saja kalian" Hilda Menyiapkan sebuah Payung.
DUUUUUAAARRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR!!!!
Sebagian rumah Furuichi meledak, tapi untung saja ia dan Oga berhasil kabur dan kini mereka berlari.
"Kyaaaaaaaaaaaaa" Furuichi menangisi rumahnya.
"Oga!!! Kau harus membayar semua ini!! Harus!!!"
"Tenang saja Furuichi ..."
"Kamu itu yang seharusnya tenang!!! Oh ya, kenapa bayi itu kau bawa!!!!????? Ayo lepaskan!!" Teriak Furuichi sambil terus berlari, berlari dari kejaran Hilda.
"Susah! Gak mau lepas!" Oga menarik-narik si bayi.
"Menyerah Saja" Hilda telah berada di depan mereka. berdiri di atas iang listrik.
"Apa kalian pikir bisa lari dari iblis?"
"Celana dalammu kelihatan" Teriak Furuichi, diam sejenak dan kembali berlari.
"Baiklah ... Ak-Baba!!!" Hilda memanggil burung kendaraannya.
"Gueeeeeeee" Si burung datang entah dari mana, menghadang Oga dan Furuichi.
"I, Iblis suaranya Gugugu?"
JBUAAAAKKKKKKKK
Oga menendang tepat di kepala si burung.
"Oaaaaaaaaa"' Si burung rebah.
"Selalu saja, tanpa pikir panjang"
Furuichi bengong meratapi nasib si burung.
"Apa yang kau lakukan?? Ayo cepat pergi!!!" Ajak Oga yang terus berlari.
"Saat kau melakukan hal seperti itu, jujur saja aku sangat mengharapkanmu"
"Diam! Siapa cepat ia menang!" Oga dan Furuichi terus berlari hingga pada akhirnya mereka sampai di sebuah tempat yang cukup ramai.
"Hei, bukankah itu si kejam Oga?"
"Benar ..."
"Serius? Anak Ishi itu??"
"Kenapa ia bisa ada di sini?"
"Kelihatannya dia panik?" Ucap orang-orang di sana.
"Apa kau mau melarikan diri terus?" Hilda masih mengikuti, ia menodongkan sebuah pedang tepat di pipi Oga.
"Kamu ... Dari awal kau sudah merencanakannya bukan?" Tanya Oga.
" ... Iblis selalu menepati janjinya, jadi aku senang karena kau menolaknya" Hilda mengiris sedikit pipi Oga dengan pedangnya hingga setetes darah menetes ke pipi si Bayi.
"Oi, lihat si anak setan itu!"
"Dia terpojok?"
"Benaran?"
"Wah, kesempatan nih! wha.." Ucap orang-orang tadi lagi.
"Hikssss" Si bayi menangis
"Tuan muda??"
"Haha, kita beruntung!!"
"Ikuti cewek itu!"
"Dengan begini, kita akan melegenda!!" Orang-orang tadi berlari mendekati Oga.
"Hiks ..." Si bayi kembali menangis. perlahan aliran listrik keluar dari tubuhnya.
"Heh?"
"Huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!" Si bayi kembali mengeluarkan sengatan listrik yang membuat orang-orang terpental.
"Waaaaaaaaaaaa" Si bayi terus menangis. radius sengatan listriknyapun terus meningkat.
"Apa?? Tangisan yang menyeramkan!!" Pikir Furuichi.
"Tu ... Tuan muda??"
"Jangan membuat masalah dengan dada!"
"Dada??" Furoichi tak mengerti.
"Uaa!!!!!!!!!!!!!!" Hilda kembali terpental oleh sengatan listrik si bayi.
"Ini .. Level kekuatannya terlalu berbeda" Pikir Furoichi.
"Oh ya, bagaimana keadaan Oga?? Kemungkinan terburuk dia pasti mati!!???" Pikirnya lagi.
"Oi, itu apa ya?"
"Apa? Mana?"
"Listrik??" Ucap orang-orang yang baru saja lewat.
"Oi kamu! Lakukan sesuatu dong!! kalau begini terus, akibatnya akan buruk!" Bentak Furoichi ke Hilda.
"Itu mustahil ... Setiap kali dia menangis, tidak ada yang bisa menghentikannya ...
"A, apa?? Jadi ... Apa yang harus kita lakukan??
"Tidak ... Tidak ada ...
Tingkat tangisan ini, hanya dewan iblis yang bisa menghentikannya ..." Jelas Hilda dengan raut Pesimis.
Tep ...
Tiba-tiba sebuah tangan merangkul kepala si bayi.
"Anak laki-laki nggak boleh cengeng ..." Ucap pemuda yang tidak lain adalah Oga.
"Kamu akan baik-baik saja ..." Lanjut Oga membuat si bayi tenang dan kemudian menjauh.
"Aku keren ..." Pikir Oga.
"Di, Dia ...
Berhenti? Berhenti di tingkat yang tak mungkin kutangani?" Hilda terlihat kaget.
"Tidak, aku tak perlu terkejut ...
Sejak awal orang yang menjadi orang tua iblis mempunyai kemampuan untuk mengeluarkan dan mengatasi kekuatan iblis ...
Artinya seberapapun kekuatan yang keluar, tidak diragukan lagi ...
Laki-laki ini memang cocok sebagai orang tuanya!!" Lanjutnya dalam hati.
"Aaaaa!!!" Si bayi berteriak memanggil Oga.
"Hei, jangan mengikuti aku!!"
"Oi!!!! Lihat!!!"
"Itu!!!!"
"Kyaaaaaaaaaa!!!!!" Orang-orang menunjuk ke atas si bayi.
Sebuah menara yang berada di dekat si bayi hendak roboh dan mengenainya.
"Tuan Muda!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!"
Set ........
Oga menyelamatkan si bayi. Si bayi kemudian kembali mengeluarkan kekuatannya hingga membuat menara tadi menghilang.
"Tiang listriknya ...
Lenyap??" Pikir Hilda tak percaya.
"Apa? Apa maksud semua ini? Laki-laki ini ...
Siapa ia sebenarnya???"
Pagi hari yang cerah, Oga telah berada di dalam kamarnya, terbangun dari sebuah tidur panjang.
"Aku ... Aku ingat sesuatu ... Apa ini akhir dari sebuah mimpi?? Padahal sedikit lagi aku bisa menjadi orang tua Demon king ..."
"Akhirnya kamu bangun juga"
"Waaaaaaaaa!!!!!!"
Hilda dan si bayi berada di sebelahnya. ternyata ini bukanlah sebuah mimpi.
"Kamu pingsan dan tertidur selama tiga hari! Aku sudah capek menunggu!!"
"Guahhhhhhh!!!! Kamu! Kenapa kamu di sini!!!?????????" Teriak Oga amat kaget.
"Kenapa terkejut begitu? Mulai hari ini kamu adalah orang tua Demon King ...
Ayo kita besarkan dia sama-sama" Jelas Hilda mengakhiri Chapter Pertama.
Sumber : http://www.beelzeta.com/2011/06/beelzebub-chapter-1-seorang-yang-bagai.html#ixzz2inhyZkw9
"Sebentar, sebentar!" Furuichi memotong cerita tadi.
"Apanya yang seperti malaikat dan populer?? dari tingkahmu saja sudah kelihatan kalau kau itu lebih mirip seorang preman!" Ucapnya.
"Bodoh Kau bodoh Furuichi! Ibumu gembrot" Ucap ketus Oga Tatsumi.
"Jangan hina ibuku!"
"Hm, kamu berpikir begitu? memangnya aku sekejam itu ya?" Oga bertanya.
"Iya ..." Jawab Furuichi simple.
"Oh Ya!!!!!!!!???? Itu berarti kau mau mendengar lanjutan ceritaku kak!!!???" Oga berteriak sambil mencengkram erat leher Furuichi.
"Tidak! Tidak! Aku menyerah!!" Ucap Furuichi pasrah sementara Oga melanjutkan ceritanya.
"Orang-orang yang mencoba untuk menyerang si malaikat baik hati bersujud meminta ampun, Pemuda baik hati itupun bergegas ke Sungai dan mencuci salah satu dari mereka.
Dari kejauhan, munculah seorang pria berbadan besar mengambang di atas sungai dengan sebuah anak panah menancap di dada kanannya"
"Sudah! Hentikan!!!! Cerita mustahil macam apa itu!? Dapet darimana!?? Lalu, siapa itu pria berbadan besar??" Potong Furuichi.
"Dia hanyut dan mengambang. ya, begitulah ..." Jawab Oga santai sambil meneguk secangkir teh hangat.
"Gak mungkin mengambang kan!!!!???" Protes Furuichi.
"Tidak ... itu benar, aku sendiri juga terkejut"
"Hmm, biarkan aku berpikir sebentar" Furuichi mencoba mencari penjelasan ilmiah dari cerita temannya itu.
"Pria ... Sungai ... Tunawisma ... ya, pasti ada tunawisma tidur di bawah jembatan, terkena panah dan lalu terhanyut oleh aliran sungai ... Yah, pasti begitu" Pikir Furuichi.
Setelah itu, Ogapun kembali menceritakan cerita tak masuk akalnya.
"Lalu, anak muda yang baik hati itu langsung menolong si pria yang tidak ia kenal itu ...
Kemudian ...
Tubuhnya terbelah dua dan munculah seorang bayi laki-laki" Cerita Oga semakin ngawur.
"Tidak mungkin!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!" Teriak Furuichi.
"Anak muda itu kemudian berkata ...
Wah, bayi yang manis ...."
"Hentikan! Hentikan!!!! Itu mustahil!!! Jangan buat bingung pembaca dong!!!!" Teriak Furuichi dan kemudian bergegas pergi.
"Haah, salahku sendiri mau mendengar ceritamu dengan serius ... menghabiskan waktu saja"
"Oi, ceritanya belum selesai ..."
"Aku nggak peduli!!! Aku mau pergi kencan dulu, cepat minum tehmu!" Bentak Furuichi.
"Diam dulu, ini bagian terpentingnya ..."
"Aku nggak ada waktu! kalau mau lanjut, bawa dulu bayinya ke sini! Buktikan!!" Tantang Furuichi.
"Boleh ya?"
"Tentu saja!"
"Taaaaaaaaaa ............................" Sebuah Bayipun muncul.
"Seharusnya aku perlihatkan sejak tadi" Ucap Oga.
"..." Furuichi tak mampu berkata apa-apa.
"Taaaaaa ............."
"Sesuai janjimu,kita lanjutkan ceritanya ...
Anak muda itu terkejut"
"Hentikan!!!!!!!! Kau membuatku muak!!!!!" Bentak Furuichi.
Sementara itu di atas langit ...
"Begitu ya ...
Di sekitar sini?? Cari yang benar ..." Seorang wanita berdiri di atas seekor burung, sepertinya ia sedang mencari sesuatu.
Kembali ke cerita ...
"Anak muda yang baik hati itu terkejut ..."
"Ya! Lalu apa yang terjadi???"
"Anak muda yang baik hati itu bingung antara harus berkelahi, berlari, menangis, atau membunuhnya"
"Hei! Membunuh itu dilarang!!!"
"Tenang ... Ya, akhirnya aku memilih untuk tenang ...
Aku harus bertindak dewasa"
"Apa yang kau lakukan setelahnya?" Tanya Furuichi.
"Pemuda baik hati itu berkata pada si bayi ...
Hahaha!!!! Kamu akan kujadikan boneka pel!!!!
Bayi itupun tertarik padanya ..." Jelas Oga.
"Tertarik?" Tanya seseorang yang tiba-tiba saja masuk lewat jendela.
"Hmmm, Apa kau gak salah?" Ucap orang yang ternyata adalah wanita yang tadi di atas Burung.
"Memangnya tuan muda bisa tertarik sama orang sepertimu?? mati saja kau bangsat"
Sejenak semuanya terdiam.
"Uaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!!!!!!!!!!!" Furuichi berteriak Histeris.
"Siapa? Apa?" Pikirnya.
"Heh! Kamu siapa??? Siapa yang bangsat!?? Tiba-tiba muncul orang gila ya!!???? Ayo turun!! Lepaskan alas kakimu!!!!" Bentak Oga.
"Kenapa dia yang marah? Ini kan rumahku" Pikir Furuichi,
"Hmmmmp ..." Perlahan wanita tadi menghampiri si bayi.
"Nah, tuan muda ...
Ayo kita pergi, Hilda datang menjemputmu ..." Ucap Wanita bernama Hilda itu ke si Bayi yang dipanggilnya Tuan Muda.
"Thaaaaaaaaaaa, Gak........" Tolak si Bayi dan malah memilih si Oga.
"Fufufu, dia benci kamu ..." Ucap Oga ke Hilda dengan wajah yang menyeramkan.
"Anu tuan muda, ayo kita pergi!" Hilda mencoba untuk menarik si Bayi.
"Tuan Muda!!!!" Hilda menarik kencang si bayi, namun tangan bayi itu mencengkram baju Oga dengan erat.
"Haaha, kau kalah" Ucap Oga.
"Oi Oga, orang ini datang untuk menjemputnya ... lepaskan saja" Saran Furuichi.
"Kalau gak mau lepas ...." Hilda terus berusaha.
"Daaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!!!!!!" Si Bayi mengeluarkan sengatan listrik yang membuat Hilda tersetrum.
Oga dan Furuichi sangat kaget melihatnya.
Beberapa saat kemudian, Hildapun menjelaskan semuanya secara baik-baik.
"Aku minta maaf, aku adalah seorang pengasuh iblis, namaku Hildegarda"
"Iblis??" Oga dan Furuichi membayangkan hal yang aneh-aneh.
"... Dan, Bayi itu adalah orang yang akan menjadi raja iblis ...
Namanya Kaiser De Emperana Beelzebub Keempat ...
Dengan kata lain, bayi ini adalah raja Iblis"
" ... " Oga dan Furuichi terdiam tak percaya.
"Heh, Cerita Oga kalah ..." Pikir Furuichi.
"Uhm, anu ... Hilda ...
Kami mengerti ceritamu" Ucap Furuichi berpura-pura, sebenarnya ia hanya ingin menghindar.
"Bagaimana kalau kita akhiri saja masalah ini?" Sarannya.
"Tidak ...
Itu mustahill ...
Kenapa? Itu karena kamu telah terpiilih, sebagai orang tua Demon King" Jelas Hilda menunjuk ke arah Oga.
"Oga, kuserahkan semuanya padamu ya" Ucap Furuichi sambil tersenyum.
"Woi!! Kamu gak kabur kan!!??" Bentak Oga.
"Ya! atau, kamu yang pulang ...
Aku kan emang gak ada hubungannya dengan semua ini" Ucap Furuichi.
"Aaah, Jangan bercanda!!!" Bentak Oga ke Hilda.
"Apanya yang Orang tua Demon King!!??? Hanya karena anak ini suka padaku, jangan libatkan aku! emang gue pikirin!! Aku nggak bakal melakukannya!!!"
"Jadi maksudnya kau menolak ya? Kalau begitu aku senang ...
Mati saja kalian" Hilda Menyiapkan sebuah Payung.
DUUUUUAAARRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR!!!!
Sebagian rumah Furuichi meledak, tapi untung saja ia dan Oga berhasil kabur dan kini mereka berlari.
"Kyaaaaaaaaaaaaa" Furuichi menangisi rumahnya.
"Oga!!! Kau harus membayar semua ini!! Harus!!!"
"Tenang saja Furuichi ..."
"Kamu itu yang seharusnya tenang!!! Oh ya, kenapa bayi itu kau bawa!!!!????? Ayo lepaskan!!" Teriak Furuichi sambil terus berlari, berlari dari kejaran Hilda.
"Susah! Gak mau lepas!" Oga menarik-narik si bayi.
"Menyerah Saja" Hilda telah berada di depan mereka. berdiri di atas iang listrik.
"Apa kalian pikir bisa lari dari iblis?"
"Celana dalammu kelihatan" Teriak Furuichi, diam sejenak dan kembali berlari.
"Baiklah ... Ak-Baba!!!" Hilda memanggil burung kendaraannya.
"Gueeeeeeee" Si burung datang entah dari mana, menghadang Oga dan Furuichi.
"I, Iblis suaranya Gugugu?"
JBUAAAAKKKKKKKK
Oga menendang tepat di kepala si burung.
"Oaaaaaaaaa"' Si burung rebah.
"Selalu saja, tanpa pikir panjang"
Furuichi bengong meratapi nasib si burung.
"Apa yang kau lakukan?? Ayo cepat pergi!!!" Ajak Oga yang terus berlari.
"Saat kau melakukan hal seperti itu, jujur saja aku sangat mengharapkanmu"
"Diam! Siapa cepat ia menang!" Oga dan Furuichi terus berlari hingga pada akhirnya mereka sampai di sebuah tempat yang cukup ramai.
"Hei, bukankah itu si kejam Oga?"
"Benar ..."
"Serius? Anak Ishi itu??"
"Kenapa ia bisa ada di sini?"
"Kelihatannya dia panik?" Ucap orang-orang di sana.
"Apa kau mau melarikan diri terus?" Hilda masih mengikuti, ia menodongkan sebuah pedang tepat di pipi Oga.
"Kamu ... Dari awal kau sudah merencanakannya bukan?" Tanya Oga.
" ... Iblis selalu menepati janjinya, jadi aku senang karena kau menolaknya" Hilda mengiris sedikit pipi Oga dengan pedangnya hingga setetes darah menetes ke pipi si Bayi.
"Oi, lihat si anak setan itu!"
"Dia terpojok?"
"Benaran?"
"Wah, kesempatan nih! wha.." Ucap orang-orang tadi lagi.
"Hikssss" Si bayi menangis
"Tuan muda??"
"Haha, kita beruntung!!"
"Ikuti cewek itu!"
"Dengan begini, kita akan melegenda!!" Orang-orang tadi berlari mendekati Oga.
"Hiks ..." Si bayi kembali menangis. perlahan aliran listrik keluar dari tubuhnya.
"Heh?"
"Huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!" Si bayi kembali mengeluarkan sengatan listrik yang membuat orang-orang terpental.
"Waaaaaaaaaaaa" Si bayi terus menangis. radius sengatan listriknyapun terus meningkat.
"Apa?? Tangisan yang menyeramkan!!" Pikir Furuichi.
"Tu ... Tuan muda??"
"Jangan membuat masalah dengan dada!"
"Dada??" Furoichi tak mengerti.
"Uaa!!!!!!!!!!!!!!" Hilda kembali terpental oleh sengatan listrik si bayi.
"Ini .. Level kekuatannya terlalu berbeda" Pikir Furoichi.
"Oh ya, bagaimana keadaan Oga?? Kemungkinan terburuk dia pasti mati!!???" Pikirnya lagi.
"Oi, itu apa ya?"
"Apa? Mana?"
"Listrik??" Ucap orang-orang yang baru saja lewat.
"Oi kamu! Lakukan sesuatu dong!! kalau begini terus, akibatnya akan buruk!" Bentak Furoichi ke Hilda.
"Itu mustahil ... Setiap kali dia menangis, tidak ada yang bisa menghentikannya ...
"A, apa?? Jadi ... Apa yang harus kita lakukan??
"Tidak ... Tidak ada ...
Tingkat tangisan ini, hanya dewan iblis yang bisa menghentikannya ..." Jelas Hilda dengan raut Pesimis.
Tep ...
Tiba-tiba sebuah tangan merangkul kepala si bayi.
"Anak laki-laki nggak boleh cengeng ..." Ucap pemuda yang tidak lain adalah Oga.
"Kamu akan baik-baik saja ..." Lanjut Oga membuat si bayi tenang dan kemudian menjauh.
"Aku keren ..." Pikir Oga.
"Di, Dia ...
Berhenti? Berhenti di tingkat yang tak mungkin kutangani?" Hilda terlihat kaget.
"Tidak, aku tak perlu terkejut ...
Sejak awal orang yang menjadi orang tua iblis mempunyai kemampuan untuk mengeluarkan dan mengatasi kekuatan iblis ...
Artinya seberapapun kekuatan yang keluar, tidak diragukan lagi ...
Laki-laki ini memang cocok sebagai orang tuanya!!" Lanjutnya dalam hati.
"Aaaaa!!!" Si bayi berteriak memanggil Oga.
"Hei, jangan mengikuti aku!!"
"Oi!!!! Lihat!!!"
"Itu!!!!"
"Kyaaaaaaaaaa!!!!!" Orang-orang menunjuk ke atas si bayi.
Sebuah menara yang berada di dekat si bayi hendak roboh dan mengenainya.
"Tuan Muda!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!"
Set ........
Oga menyelamatkan si bayi. Si bayi kemudian kembali mengeluarkan kekuatannya hingga membuat menara tadi menghilang.
"Tiang listriknya ...
Lenyap??" Pikir Hilda tak percaya.
"Apa? Apa maksud semua ini? Laki-laki ini ...
Siapa ia sebenarnya???"
Pagi hari yang cerah, Oga telah berada di dalam kamarnya, terbangun dari sebuah tidur panjang.
"Aku ... Aku ingat sesuatu ... Apa ini akhir dari sebuah mimpi?? Padahal sedikit lagi aku bisa menjadi orang tua Demon king ..."
"Akhirnya kamu bangun juga"
"Waaaaaaaaa!!!!!!"
Hilda dan si bayi berada di sebelahnya. ternyata ini bukanlah sebuah mimpi.
"Kamu pingsan dan tertidur selama tiga hari! Aku sudah capek menunggu!!"
"Guahhhhhhh!!!! Kamu! Kenapa kamu di sini!!!?????????" Teriak Oga amat kaget.
"Kenapa terkejut begitu? Mulai hari ini kamu adalah orang tua Demon King ...
Ayo kita besarkan dia sama-sama" Jelas Hilda mengakhiri Chapter Pertama.
Sumber : http://www.beelzeta.com/2011/06/beelzebub-chapter-1-seorang-yang-bagai.html#ixzz2inhyZkw9
652: Jejak Naruto
(C)Alurceritaanimanga.blogspot.com
Scene dimulai dengan keluarnya chakra bijuu dari tubuh Obito yang disebabkan oleh kekuatan gabungan antara Naruto dan Sasuke.
Kurama: Seperti dugaanku.Menggunakan chakra yang kau terima dari Bijuu lain.Kau mampu menarik chakra Bijuu darinya dengan sekali serang.
Naruto: Yeah!
Kurama: Ini takkan bisa jika saja Bijuu tak menyukai dirinya dan memberikan chakra mereka.Naruto....Kau itu benar benar...
Naruto: Sekarang!
Scene memperlihatkan para bijuu milik Naruto yang mencoba menarik para bijuu milik Obito
Kurama: Kau tahu apa yang harus kau lakukan, Naruto! Lakukan tarik menarik lagi! Tariklah chakra Bijuu!
Naruto: Yeah!
Scene memperlihatkan para Bijuu milik Naruto dan Obito yang akan bertabrakan.
Kurama: Sial! Tak mempan ke Ichibi dan Hachibi karena dia tak memiliki chakranya
Gaara: Aku yang akan melakukannya.Ichibi terhubung denganku.
Naruto: Gaara...
Nampak pasir Gaara yang mengenggam erat kepala Ichibi.
Gaara: Kemarilah, Shukaku!
Bee: Kelemahanmu akhirnya ketahuan.Aku sendiri yang akan mengambil chakra Hattsan.
Tentakel Bee mencengkram erat kepala Ichibi.
Naruto: Paman Bee!
Gyuki: Ayo, Bee, jangan sampai kalah!
Kurama: ..Heh.
Obito: .....!!!
Para Shinobi akhirnya membantu Naruto.
Kurama: Tarik!!! Jika kalian bisa melakukannya, dia hanya akan menjadi kerangka kosong Juubi!! Dan bunga dari pohon besar itu tidak akan mekar!!
Obito: Ghhh....
Kelopak bunga dari pohon dewa pun berhenti berkembang.
Sarutobi: Berhenti... Dengan kata lain, dia tak bisa mengontrol pohonnya.
Terdengar suara pikiran Shikamaru menggema di telinga seluruh Shinobi.
Shikamaru: Semuanya.Seperti yang kukatakan sebelumnya, bahwa kekuatan kecil bisa berguna jika dipakai dengan baik.Kali ini saatnya! Kekuatan kalian mampu merubah dunia, dengarkan aku.
Scene mulai berpindah ke arah Naruto.Nampaknya Naruto mengerti apa yang Obito rasakan selama ini.
Naruto: ...
Nampak air mata Naruto mulai menetes.
Kurama: Itu karena chakramu terhubung dengan dia! Ingatannya akan mengalir dalam dirimu! Jangan biarkan dia mempengaruhi pikiranmu!!
Obito: Jangan remehkan kekuatan Jinchuriki Juubi, sama kuatnya dengan Rikudo Sennin!!
Genggaman Naruto mulai lepas.
Naruto: Ugh..
Sasuke: Mmm....
Sasuke pun membantu Naruto dengan tangan Susano'o, Shikamaru dan yang lainnya pun ikutan tak mau kalah.
Naruto: Sasuke...
Naruto: Tarik, Naruto!
Kiba: Naruto! Kau meminta bantuan kepada kami! Kami akan melakukannya!
Naruto: Teman teman...
Shikamaru: Bukan cuma itu,
Rupanya tujuan Shikamaru berpidato tadi ialah menarik para aliansi untuk mengalahkan Obito.Para aliansi kembali menuju lokasi penarikan.
Obito: ....!!!
Minato: Semuanya, pegang chakraku!!
Shinobi 1: Yang ini!!
Naruto: Ok!!! Mari kita lakukan yang terbaik!!
Obito: !!!
Tampak chakra Ichibi mulai tertarik dari tubuh Obito menuju tubuh Naruto.
All (kecuali Obito) : Tariiiiikkk!!!!
Obito teringat masa-masa dia sedang bersama teman-temannya.
Obito: ...!!!
Imej Naruto yang berada di matanya mulai berubah menjadi dirinya sendiri.
Obito: ...Apa aku....Apa aku...Menyesali ini semua?
Scene berpindah ke arah Obito yang sudah menjadi Hokage dalam bayangannya, dan dirinya sendiri yang terukir di batu Hokage Konoha.
Naruto: ..Kau bilang kau bukan siapa siapa selain dirimu? Atau kau tidak ingin menjadi siapa siapa?
Obito: ! Apa yang kau bicarakan?
Naruto: Tapi kau sebenarnya bercita-cita menjadi Hokage, seperti aku.
Obito: !
Naruto: Jika saja keadaannya berbeda, mungkin aku akan menghormatimu.Karena aku juga ingin menjadi Hokage.
Obito: Aku telah menyingkirkan masa laluku, itu terlalu naif.Yah, begitulah.
Naruto: ...Lalu, kenapa aku bisa melihatnya? Tak perlu menyembunyikannya lagi.Kau adalah sahabat Kakashi, murid ayahku, kerabat Sasuke, dan senior dengan impian sama, kemudian seorang warga Konoha.
Obito: ....Apa maksudmu? Apa yang kau inginkan dariku?
Naruto: Kau adalah Uchiha Obito.Dan aku akan melepaskan topeng itu dari wajahmu.
Bersambung...
(C)Alurceritaanimanga.blogspot.com
Scene dimulai dengan keluarnya chakra bijuu dari tubuh Obito yang disebabkan oleh kekuatan gabungan antara Naruto dan Sasuke.
Kurama: Seperti dugaanku.Menggunakan chakra yang kau terima dari Bijuu lain.Kau mampu menarik chakra Bijuu darinya dengan sekali serang.
Naruto: Yeah!
Kurama: Ini takkan bisa jika saja Bijuu tak menyukai dirinya dan memberikan chakra mereka.Naruto....Kau itu benar benar...
Naruto: Sekarang!
Scene memperlihatkan para bijuu milik Naruto yang mencoba menarik para bijuu milik Obito
Kurama: Kau tahu apa yang harus kau lakukan, Naruto! Lakukan tarik menarik lagi! Tariklah chakra Bijuu!
Naruto: Yeah!
Scene memperlihatkan para Bijuu milik Naruto dan Obito yang akan bertabrakan.
Kurama: Sial! Tak mempan ke Ichibi dan Hachibi karena dia tak memiliki chakranya
Gaara: Aku yang akan melakukannya.Ichibi terhubung denganku.
Naruto: Gaara...
Nampak pasir Gaara yang mengenggam erat kepala Ichibi.
Gaara: Kemarilah, Shukaku!
Bee: Kelemahanmu akhirnya ketahuan.Aku sendiri yang akan mengambil chakra Hattsan.
Tentakel Bee mencengkram erat kepala Ichibi.
Naruto: Paman Bee!
Gyuki: Ayo, Bee, jangan sampai kalah!
Kurama: ..Heh.
Obito: .....!!!
Para Shinobi akhirnya membantu Naruto.
Kurama: Tarik!!! Jika kalian bisa melakukannya, dia hanya akan menjadi kerangka kosong Juubi!! Dan bunga dari pohon besar itu tidak akan mekar!!
Obito: Ghhh....
Kelopak bunga dari pohon dewa pun berhenti berkembang.
Sarutobi: Berhenti... Dengan kata lain, dia tak bisa mengontrol pohonnya.
Terdengar suara pikiran Shikamaru menggema di telinga seluruh Shinobi.
Shikamaru: Semuanya.Seperti yang kukatakan sebelumnya, bahwa kekuatan kecil bisa berguna jika dipakai dengan baik.Kali ini saatnya! Kekuatan kalian mampu merubah dunia, dengarkan aku.
Scene mulai berpindah ke arah Naruto.Nampaknya Naruto mengerti apa yang Obito rasakan selama ini.
Naruto: ...
Nampak air mata Naruto mulai menetes.
Kurama: Itu karena chakramu terhubung dengan dia! Ingatannya akan mengalir dalam dirimu! Jangan biarkan dia mempengaruhi pikiranmu!!
Obito: Jangan remehkan kekuatan Jinchuriki Juubi, sama kuatnya dengan Rikudo Sennin!!
Genggaman Naruto mulai lepas.
Naruto: Ugh..
Sasuke: Mmm....
Sasuke pun membantu Naruto dengan tangan Susano'o, Shikamaru dan yang lainnya pun ikutan tak mau kalah.
Naruto: Sasuke...
Naruto: Tarik, Naruto!
Kiba: Naruto! Kau meminta bantuan kepada kami! Kami akan melakukannya!
Naruto: Teman teman...
Shikamaru: Bukan cuma itu,
Rupanya tujuan Shikamaru berpidato tadi ialah menarik para aliansi untuk mengalahkan Obito.Para aliansi kembali menuju lokasi penarikan.
Obito: ....!!!
Minato: Semuanya, pegang chakraku!!
Shinobi 1: Yang ini!!
Naruto: Ok!!! Mari kita lakukan yang terbaik!!
Obito: !!!
Tampak chakra Ichibi mulai tertarik dari tubuh Obito menuju tubuh Naruto.
All (kecuali Obito) : Tariiiiikkk!!!!
Obito teringat masa-masa dia sedang bersama teman-temannya.
Obito: ...!!!
Imej Naruto yang berada di matanya mulai berubah menjadi dirinya sendiri.
Obito: ...Apa aku....Apa aku...Menyesali ini semua?
Scene berpindah ke arah Obito yang sudah menjadi Hokage dalam bayangannya, dan dirinya sendiri yang terukir di batu Hokage Konoha.
Naruto: ..Kau bilang kau bukan siapa siapa selain dirimu? Atau kau tidak ingin menjadi siapa siapa?
Obito: ! Apa yang kau bicarakan?
Naruto: Tapi kau sebenarnya bercita-cita menjadi Hokage, seperti aku.
Obito: !
Naruto: Jika saja keadaannya berbeda, mungkin aku akan menghormatimu.Karena aku juga ingin menjadi Hokage.
Obito: Aku telah menyingkirkan masa laluku, itu terlalu naif.Yah, begitulah.
Naruto: ...Lalu, kenapa aku bisa melihatnya? Tak perlu menyembunyikannya lagi.Kau adalah sahabat Kakashi, murid ayahku, kerabat Sasuke, dan senior dengan impian sama, kemudian seorang warga Konoha.
Obito: ....Apa maksudmu? Apa yang kau inginkan dariku?
Naruto: Kau adalah Uchiha Obito.Dan aku akan melepaskan topeng itu dari wajahmu.
Bersambung...
650: Aku Akan Tidur
Source: Blue Bunshin
Scene dimulai dengan para aliansi Shinobi yang mulai bersemangat bersiap meluncurkan serangannya kembali.
Salah seorang Shinobi: Jangan takut!!Ayo maju!!
#Pertarungannya..Telah dimulai!
SFX:Drap drap drap drap
Hashirama: Kita tebang pohonnya!!!
SFX:Clak
Mifune: Samurai juga tak boleh kalah!!
Sulur raksasa dari Shinju terpotong oleh serangan yang berasal dari para samurai yang ahli menebas dengan pedang.Scene kemudian berpindah ke arah Minato dan Tobirama.
Tobirama: Yondaime, aku ingin menggunakan koneksi chakramu dan Naruto.Aku tak bisa melakukannya sekaligus...Tapi aku akan membantu semuanya dengan Sunshin No Jutsu.
Hiruzen: Orochimaru..Apa kau akan menonton saja?
Orochimaru:...Aku tidak tertarik dengan perang ini.
Hiruzen:......
Orochimaru: Tapi...Mimpi yang Obito katakan akan membuatku kehilangan semua eksperimenku..Aku tidak terima.
Hiruzen: Kalau begitu bantu kami.
Sulur raksasa Shinju meluncur ke arah Hiruzen yang bersiap dengan tongkat Enmanya.Namun ternyata dengan cepat Orochimaru bertindak, dengan menahan sulur tersebut menggunakan ular-ular yang muncul dari tangan kirinya dan mengikat, kemudian mengunci sulur tersebut.
SFX:Swoosh..Toc.
Orochimaru:..Baiklah.Kita kembalikan ingatan..
Suigetsu: Uwah!
SFX:Shwoom..Tac.
Hiruzen langsung melompat menyamping ke arah Shinju sambil memanjangkan tongkat Enma, dan bersiap untuk menebasnya.
Orochimaru:..Saat aku masih menjadi muridmu.
Obito:!Aku harus mengubah seranganku.
Sulur Shinju kini berubah wujud seperti naga kayu Hashirama dan berusaha menyerang beberapa shinobi.Namun saat naga kayu tersebut hendak menyerang salah seorang shinobi, shinobi tersebut hilang dan pindah lokasi dimana tertancap kunai Hiraishin di dekatnya.
Salah seorang Shinobi 2:...!?
Salah seorang Shinobi 3:...Uh?!
Tobirama:Aku akan menanganinya dengan Sunshin No Jutsu.Jangan ragu!!
Scene kembali berpindah ke arah Sakura dan Tsunade yang sedang melakukan segel tangan.
Tsunade:Jika kita menggunakan Byakugou bersamaan....Kita bisa memanggil sepersepuluh dari tubuh Katsuyu dari hutan Shikkotsu!Ayo,Sakura!Katsuyu akan menjadi tumpukan para aliansi!Hanya dengan berdiri di tubuhnya, mereka akan sembuh
Sakura:Iya!
Sakura & Tsunade:Kuchiyose No Jutsu!
Katsuyu muncul di arena perang, dan mengeluarkan cairan yang melingkupi area perang.
Tsunade:Ino!Apakah kau sudah memberitahu semuanya?
Ino:Sudah!
Salah seorang Shinobi 4:Ini...!!???
Salah seorang Shinobi 5:!
Salah seorang Shinobi 6:Kalau begini, kita bisa bertarung walaupun chakra kita diserap!
Naruto dengan mode Kyuubi mencoba menyabetkan salah satu ekornya ke Obito, begitu pun dengan Sasuke yang menggunakan pedang Susano'o.Tetapi dengan cepat Obito menghindar dan meluncur ke bagian belakang di tengah-tengah mereka.
Naruto:Sial!!!Dia cepat sekali!!Tapi aku mulai bisa merasakannya.Ini...
Kyuubi mencoba mencakar Obito dengan tangannya dan Susano'o mengayunkan pedangnya ke arah Obito.Tapi, lagi lagi dengan mudah Obito menahan serangan tersebut dengan menggunakan tameng Bijuudama elastis miliknya.
Obito:Sudah hampir waktunya untuk tertidur.Aku akan membawa kalian ke dalam mimpiku..Sudah tidak ada waktu lagi.
Sasuke:!!
Naruto:!
Tameng Bijuudama elastis Obito berubah bentuk, kemudian mencengkram tubuh Kyuubi yang tak bisa menghindar, begitu pun dengan Susano'o Sasuke.Scene kembali berpindah ke arah Kakashi di dimensi Kamui.
Kakashi:Obito..Jadi kau ingin memastikan....Apapun yang terjadi, ada semangat yang tidak akan pernah hancur dan tidak akan pernah berubah!!
Scene berbalik ke arah Naruto-Sasuke vs Obito.Dan penampakkan kuncup bunga Shinju namun tetap dengan narasi dari Kakashi.
Naruto:Ugh!!
Sasuke:..Gh.
Kakashi:Kau pernah menghancurkannya.Tapi dengan melawan Naruto dan mendengar kata katanya, kau mulai sadar, didalam hatimu, kalau sesuatu yang kau sangkal sebenarnya masih ada, Obito.Akan tetapi, diwaktu yang sama, bagaimanapun kau mencarinya, bagian dari dirimu masih berpikir itu tidak ada.Dan mulai mencabik-cabik perasaan itu.Dan sekarang, kau mencoba untuk..
Obito menukik ke bawah meluncur ke arah aliansi sambil mencengkram Kyuubi dan Susano'o hingga mereka jatuh menghantam tanah.
SFX:Shoom
Salah seorang Shinobi 7:!\
SFX:Boom
Para Shinobi kemudian terpental karena Sasuke dan Naruto yang jatuh ke tanah, dengan cukup keras.
Semua shinobi:Guwaah!!
Seketika asap mengepul muncul dari sisi Obito yang menjatuhkan Sasuke dan Naruto ke tanah.
Juugo, Sasuke & Naruto:Guuh...
Kakashi:Mencari jawabannya didalam Naruto,
Naruto tertunduk dan bangkit.Obito sudah berdiri dengan menyiapkan Bijuudama elastis di kedua tangannya.
Obito:..Mengapa kau tetap berdiri?Untuk apa kau tetap bertarung?Untuk teman temanmu?Atau dunia ini?Dengar..Suatu hari nanti, teman temanmu akan mengkhianatimu, dan cinta akan berubah menjadi kebencian.Orang orang di desa dan Sasuke mengkhianatimu.Kasih sayang Jiraiya memberimu kebencian.Kau seperti diriku.Kebencian akan bertambah dan kau akan berubah.Dan sekarang rasa sakit yang lebih besar sedang menantimu.Apakah kau masih bisa menegaskan bahwa kau tak akan berubah?Teman temanmu akan mengkhianatmu lagi.Aliansi mungkin memulai peperangan yang baru.Dan kau tak tahu apa kau bisa menang melawanku..Tak ada alasan untuk hidup di dunia lagi.Dunia akan berakhir dalam beberapa menit lagi.Mengapa kau masih berusaha?
Naruto:....Karena itu jalan ninjaku.Aku tak akan menarik kata-kataku.Itulah jalan ninjaku.
Obito hanya terkejut mendengar alasan dari Naruto, dan Sasuke kembali melangkah ke sisi Naruto.
Sasuke:Mari selesaikan ini di serangan berikutnya, Naruto.
Naruto:Yeah...
Sasuke kembali mengaktifkan Susano'o dan tubuh Naruto kembali diselimuti chakra Kyuubi.Tampaknya mereka akan menggabungkan Kyuubi dengan Susano'o seperti yang dulu Madara lakukan.
#Karena taring yang akan membawa hari esok!!
Naruto:Aku akan tidur esok hari.Aku sendiri juga bisa bermimpi!
Sumber : http://uchihasasukeems.blogspot.com/2013/10/alur-cerita-naruto-chapter-650.html#ixzz2hjBJycDy
Navigation
